03/11/11

Dibalik gelar Pahlawan Bung Tomo

Sebagai warga Indonesia, tentunya kita semua tahu tentang sejarah terjadinya pertempuran pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya. Dan kita juga tahu bahwa pada tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Namun, dibalik itu semua ada peristiwa yang membuat geleng kepala atau perfikir tentang logika kepahlawanan dan cara mendapat gelar Pahlawan Nasional.

gambar dari www.attayaya.net

Coba kita ingat lagi sejarah tentang terjadinya pertempuran di Surabaya yang dimotori oleh seorang revolusioner muda bernama Soetomo, atau lebih akrab disebut Bung Tomo. Dialah pemuda yang sangat berperan besar dalam menyebarkan semangat dalam melawan penjajah kala itu. Bung Tomo lah yang masuk ke radio RRI guna menyemangati para pemuda Surabaya untuk ikut berjuang dan memberikan jiwa raganya untuk bangsa Indonesia. Bahkan suaranya yang lantang serta menggebu-gebu sangat nampat patriotiknya dan ternyata membuat pemuda Surabaya terprovokasi untuk melawan kedatangan Inggris yang diboncengi oleh Belanda.

Bung Tomo, ya... Bung Tomo sudah akrab dengan perjuangan Kota Surabaya dalam melawan penjajah yang hendak masuk ke Surabaya.

Kembali ke dalam hari Pahlawan. Hari Pahlawan diperingati pada tanggal 10 November, ini sesuai dengan peristiwa yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 silam. Dan pada saat itu peran Bung Tomo lebih menonjol dalam memerangi penjajah yang hendak masuk ke Surabaya. Namun, ternyata baru tahun 2008lah Bung Tomo mendapat gelar Pahlawan Nasional. Ini sangat ironos dengan sebutan Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Bukankah Surabaya mendapat sebutan kota Pahlawan karena perjuangannya terhadap penjajah yang hendak masuk lagi ke Surabaya? Dan dalam serangan itu, kita meyakini bahwa Bung Tomo memiliki peran yang sangat besar?


gambar dari wikipedia


Perhatikan kutipan yang saya ambil dari Kompas :
[quote]Tokoh perjuangan asal Surabaya, Sutomo atau akrab disapa Bung Tomo, akhirnya akan mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Pemberian gelar pahlawan akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2008.

Rencana pemberian gelar kepada salah satu tokoh pertempuran melawan tentara Sekutu di Kota Surabaya pada Nopember 1945 itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, kepada wartawan di Surabaya, Minggu (2/11/2008).[/quote]
gambar dari wikipedia

Bukankah ini sebuah realita yang unik. Bagaimana tidak, Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan karena jasa-jasa dari Bung Tomo, namun malah Bung Tomo mendapatkan gelar setelah 63 tahun. Menurut berita pula, ini karena aturan yang mengharuskan seseorang dikatakan sebagai Pahlawan Nasional harus memenuhi syarat yang berlaku.

Menurut berita pula, ini karena aturan yang mengharuskan seseorang dikatakan sebagai Pahlawan Nasional harus memenuhi syarat yang berlaku.

[quote]

Menkominfo menjelaskan ada beberapa prosedur yang harus dilalui sebelum seorang tokoh perjuangan atau lainnya mendapat gelar pahlawan nasional. Prosedur itu di antaranya tokoh itu diusulkan sekelompok masyarakat kepada pemerintah provinsi, kemudian diteruskan kepada Departemen Sosial. "Dari Depsos, usulan disampaikan kepada tim pemberi anugerah jasa-jasa nasional untuk ditindaklanjuti. Kalau dianggap layak dan sesuai persyaratan, maka tokoh itu akan mendapatkan gelar pahlawan nasional," jelas Nuh. Ia juga menambahkan bahwa presiden memiliki hak preogratif untuk memberikan gelar kepada seseorang yang dianggap berjasa kepada bangsa dan negara. "Tapi semuanya tetap melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku," tambahnya.

[/quote]

Sungguh sebuah kejadian yang unik terjadi di Indonesia. Itulah yang membuat penulis mencoba mengenang jasa-jasa Bung Tomo melalui coretan ini. Dan juga mengharapkan peran aktif pemuda-pemudi sekarang untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sesuatu yang dapat mengharumkan nama baik Indonesia.

Salam merdeka

1 komentar:

  1. iya ironis,
    ada yg bilang kalo ini gara2 bung tomo kritis dimasa Presiden Soeharto jd setelah meninggal tdk langsung dpt gelar Pahlawan.
    ni sumbernya:
    http://sosok.kompasiana.com/2012/10/31/bung-tomo-pahlawan-yang-sempat-tak-diakui-505513.html

    BalasHapus