Aku duduk termangu di sini
Mencoba menflasback kejadian yang lalu
Saat aliran ini mengikuti lava pijar kemarahan
Saat isi otak penuh dengan kebencian dan dendam
Merenung...........
Menghayati yang terjadi
Menelaah kejadian kemarin yang di luar kendaliku
Aku dilanda angkara murka
Aku diterjang badai emosi tanpa sebab
Aku tertunduk mengingat itu
Aku diterpa tsunami dasyat dalam jiwa
Kenapa ini selalu terjadi di saat aku rapuh?
Disaat jiwa sedang galau
Lava itu telah menjadikan aku lupa akan diriku
Pijaran itu membuat hati ini semakin luluh lantah
Aku hanya diam........
Dalam diam itu ada kekuatan
Dalam diam itu memiliki energi
Dalam diam itu....
Kendali semakin sulit
Kenapa angkara melanda diri ini dalam diamku?
Berontak tidak lagi bisa
Teriak terasa tidak ada gunanya
Ini membuat diamku semakin membara
Aku tidak kuat lagi
Aku tidak sanggup menerima kekuatan itu
Aku ingin berontak dengan semuanya
Namun aku tidak mampu melakukannya
Sebab dalam diamku masih ada cinta
Tapi.....
Aku tak mampu menepis lava pijar kemarahan ini
Lava pijar ini ingin membunuhku
Emosi ini merontokkan cintaku
Sedikit demi sedikit, namun pasti
Aku telah terkoyak oleh hawa panas itu
..........Aku tak sanggup lagi.........
Aku berlari
Lava pijar ini telah membunuhku
Semua karena diamku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar