28/01/11

Diamku adalah lava pijar yang membunuh

Aku duduk termangu di sini
Mencoba menflasback kejadian yang lalu
Saat aliran ini mengikuti lava pijar kemarahan
Saat isi otak penuh dengan kebencian dan dendam

Merenung...........
Menghayati yang terjadi
Menelaah kejadian kemarin yang di luar kendaliku

Aku dilanda angkara murka
Aku diterjang badai emosi tanpa sebab
Aku tertunduk mengingat itu
Aku diterpa tsunami dasyat dalam jiwa

Kenapa ini selalu terjadi di saat aku rapuh?
Disaat jiwa sedang galau

Lava itu telah menjadikan aku lupa akan diriku
Pijaran itu membuat hati ini semakin luluh lantah
Aku hanya diam........

Dalam diam itu ada kekuatan
Dalam diam itu memiliki energi
Dalam diam itu....
Kendali semakin sulit

Kenapa angkara melanda diri ini dalam diamku?
Berontak tidak lagi bisa
Teriak terasa tidak ada gunanya
Ini membuat diamku semakin membara

Aku tidak kuat lagi
Aku tidak sanggup menerima kekuatan itu
Aku ingin berontak dengan semuanya
Namun aku tidak mampu melakukannya
Sebab dalam diamku masih ada cinta
Tapi.....
Aku tak mampu menepis lava pijar kemarahan ini

Lava pijar ini ingin membunuhku
Emosi ini merontokkan cintaku
Sedikit demi sedikit, namun pasti

Aku telah terkoyak oleh hawa panas itu 
..........Aku tak sanggup lagi.........
Aku berlari
Lava pijar ini telah membunuhku
Semua karena diamku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar