15/01/12

Tahun Baru Imlek di Indonesia

Secara tidak sengaja siang tadi men-flashback apa yang pernah saya tulis atau postingkan di situs My Opera ini. Dan ternyata ada sedikit yang membuat adanya ide untuk membuat postingan lagi. Namun ketika melihat kalender dan mendapati adanya libur senin depan, maka saya mencoba menggabungkan postingan tahun baru dan libur nasional. Maka terciptalah sebuah postingan ini yang mengangkat kedua tema itu.





Mari kita simak inti dari postingan saya yang hanya gabungan dari ide sendiri dan dari orang lain :D



Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama ( bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵节 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Imlek di Indonesia

Di Indonesia, selama tahun 1968-1999, perayaan tahun baru Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto, melarang segala hal yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia kembali mendapatkan kebebasan merayakan tahun baru Imlek pada tahun 2000 ketika Presiden Abdurrahman Wahid mencabut Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya). Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri mulai tahun 2003.

Sejarah Singkat Imlek

Sebelum Dinasti Qin, tanggal perayaan permulaan sesuatu tahun masih belum jelas. Ada kemungkinan bahwa awal tahun bermula pada bulan 1 semasa Dinasti Xia, bulan 12 semasa Dinasti Shang, dan bulan 11 semasa Dinasti Zhou di China. Bulan kabisat yang dipakai untuk memastikan kalendar Tionghoa sejalan dengan edaran mengelilingi matahari, selalu ditambah setelah bulan 12 sejak Dinasti Shang (menurut catatan tulang ramalan) dan Zhou (menurut Sima Qian). Kaisar pertama China Qin Shi Huang menukar dan menetapkan bahwa tahun tionghoa berawal di bulan 10 pada 221 SM. Pada 104 SM, Kaisar Wu yang memerintah sewaktu Dinasti Han menetapkan bulan 1 sebagai awal tahun sampai sekarang.



Menurut legenda, dahulu kala, Nián (年) adalah seekor raksasa pemakan manusia dari pegunungan (atau dalam ragam hikayat lain, dari bawah laut), yang muncul di akhir musim dingin untuk memakan hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa. Untuk melindungi diri merka, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada awal tahun. Dipercaya bahwa melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil Panen. Pada suatu waktu, penduduk melihat bahwa Nian lari ketakutan setelah bertemu dengan seorang anak kecil yang mengenakan pakaian berwarna merah. Penduduk kemudian percaya bahwa Nian takut akan warna merah, sehingga setiap kali tahun baru akan datang, para penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kerta merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Adat-adat pengurisan Nian ini kemudian berkempang menjadi perayaan Tahun Baru. Guò nián ( Hanzi tradisional: 過年; bahasa Tionghoa: 过年), yang berarti "menyambut tahun baru", secara harafiah berarti "mengusir Nian". Sejak saat itu, Nian tidak pernah datang kembali ke desa. Nian pada akhirnya ditangkap oleh 鸿钧老祖 atau 鸿钧天尊Hongjun Laozu, seorang Pendeta Tao dan Nian kemudian menjadi kendaraan Honjun Laozu.



Nama tahun China secara berurutan adalah Tikus 子 zǐ, Sapi 丑 chǒu, Macan 寅 yín, Kelinci 卯 mǎo,Naga 辰 chén, Ular 巳 sì, Kuda 午 wǔ, Kambing 未 wèi, Monyet 申 shēn, Ayam 酉 yǒu, Anjing 戌 xū, Babi 亥 hài,

Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967, rezim Orde Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Melarang segala bentuk perayaan aliran Tionghoa, namun setelah adanya Inpres Nomor 14/1967. Kemudian Presiden Abdurrahman Wahid menindaklanjutinya dengan mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19/2001 tertanggal 9 April 2001 dan baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Kini imlek sudah mulai digelar di negara Indonesia secara terbuka dan meriah.



Bukan maksud penulis menyebar isu SARA, atau menginginkan perpecahan yang ada di Indonesia, walaupun hakekat fikiran penulis ada kebanggaan terhadap budaya di Indonesia, tetapi ada sebuah pertanyaan besar di kepala ini. Saya masih ingat waktu di Surabaya, tepatnya di Kecamatan Gunung Anyar, yang ada kasus KTP warga keturunan Tionghoa yang beridentitas di KTP dengan agama Konghucu. Bukan salah satu dari lima agama yang diakui oleh Pancasia atau UUD45 yaitu Islam, Budha, Hindu, Kristen dan Katholik.

Ini sangat ironis dengan peraturan yang ada di Indonesia, Pancasila dan UUD45 hanya mengakui lima agama di Indonesia, selain lima agama itu hanyalah aliran kepercayaan yang masih dalam pemeliharaan negara. Tetapi bagaimana dengan peraturan yang dibuat oleh mantan Presiden kita? Apakah ini sudah sesuai dengan Pancasila atau UUD45? Sekali lagi bukan maksud penulis menyebarkan isu SARA, namun hanya melihat realita di negara Indonesia saat ini. Dengan pengakuan hari Tahun Baru Imlek sebagai hari besar nasional, maka secara tersirat negara mengakui agama Konghucu, bukan aliran kepercayaan lagi.

Dan kalau Konghucu mendapat perhatian yang sangat dari pemerintah, bagaimana dengan aliran kepercayaan yang lain, apakah mendapatkan perhatian yang sama dari Negara? Perlu saya ulang lagi, ini bukan maksud menyebarkan isu SARA, tetapi ini yang ada di fikiran saya. Untuk itu penulis mohon masukannya, agar tidak menjadi isu SARA di Indonesia serta persatuan dan kesatuan negara kita tetap kuat. Entah pembaca sudah memahami inti tulisan ini atau belum, saya rasa cukup sampai di sini dulu penjabaran fikiran yang menggantung ini. Mengingat banyak hal yang beresiko tinggi, jadi cukup sekian dan terima kasih untuk petunjuknya.




Sumber: Wikipedia
Gambar: Wordpress dan Kaskus




Tidak ada komentar:

Posting Komentar