13/12/10

Kebohongan dunia maya

    Awal dari kisah ini saat  mencoba untuk belajar menguasai akun FB yang penuh dengan misteri. Biarpun ini begitu memakan biaya dan waktu, namun tidak membuat menyerah dan selalu belajar bagaimana melindungi akun FB . Mungkin dalam akun FB sudah tercantum informasi mengenai bagaimana melindungi akun dari teman yang tidak berguna. Namun bila kita tidak memiliki akun FB yang lain untuk mengecek bagaimana kemampuan keamanan privasi yang diberikan oleh layanan FB itu sendiri. Maka dengan demikian terjadilah dua akun FB yang harus miliki. Semula antara akun yang satu dengan yang satunya tidak saling berhubungan. Ini untuk melihat bagaimana tampilan yang dapat terlihat oleh orang lain, atau bagaimana tampilan akun bila sudah menjadi pertemanan. Ini dilakukan agar lebih paham dan me-link and match antara teori yang dapatkan dengan mempraktekkan sendiri.
    Dengan memiliki dua akun FB yang berbeda ini pula, maka dapat mengetahui watak dan  kepribadian teman-teman yang selalu berbeda. Ini juga difungsikan sebagai filter untuk lebih selektif dalam mencari pertemanan.
    Awal kisah saya mendapatkan teman dari Malang yang sangat singkat dan tanpa diduga. Saya sendiri lupa entah siapa yang menambahkan duluan, tapi kini saya dengannya sangat akrap. Ini disebabkan oleh seringnya saya chating dengannya. Baik chating membahas daerah asal saya maupun daerah asal dia. Malah terkadang membahas tentang dunia internet, yang membuat kami saling menambahkan ilmu tentang dunia internet yang dulunya dari kami ada yang tidak tahu.
    Dengan saling akrapnya saya dengan dia, maka kami pun saling bercerita tentang kepribadian masing-masing. Namun dalam hati kecilku selalu bertanya-tanya apakah dia akan marah bila mengetahui akun asliku?. Sebab dalam pertemanan ini saya menggunakan akun FB yang dalam perbaikan atau yang bukan akun asli saya. Jadi data yang saya bagikan di profil saya itu merupakan data paslu. Mungkin ini adalah sebuah kebohongan, namun yang saya sayangkan adalah kenapa dia menambahkan pertemanan ke akun yang palsu. Kenapa bukan akun yang asli saja yang dia tambahkan sebagai teman.
    Hari berlalu, minggu terus berganti, maka inilah waktunya. Setelah lama kami bercakap-cakap dengan akrab, maka terbuka hati ini untuk memberikan data yang asli kepada temanku. Mungkin ini akan membuat marah dan benci kepadaku, namun hanya jalan ini yang harus saya tempuh untuk mengakui keaslianku. Akhirnya aku mengakui tentang akun yang asli mengenai diriku ini. Dan ternyata dia kaget bukan kepalang serta mengeap saya sebagai pembohong belaka.
    Mungkin dari kebohonganku yang membuat dia selalu curiga, dan kecewa. Kini tiap perkataanku selalu dicurigainya. Di dalam pikirannya selalu mengatakan bahwa ucapanku selalu bohong. Sudah tidak ada lagi kebenaran yang dapat membuat dia percaya. Intinya dia sudah mengecap saya sebagai "gombal mukio". Kata-kata maaf sudah aku utarakan kepada dia, dan dia memaafkan saya. Namun tiap kali aku chat dengan dia kenapa selalu saja dia masih mencurigai?
    Lambat namun pasti hubungan kami pun mulai merenggang. Mungkin dia sudah ada kebosanan atau dia terlalu marah terhadapku. Namun aku menganggap ini sudah biasa. Sebab niat pertama membuat akun dua adalah untuk mempelajari bagaimana FB bisa melindungi privasi saya. Dan biarlah semua berlalu.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar